kisah kehidupanku
kisah kehidupan
assalam mualaikum wr wb
terlebih dahulu izinkan aku memperkenalkan diri nama aku murni
aku adalah anak ke sembilan dari sepuluh bersaudra. waduh keluarga aku banyak ya maklumlah pembaca aku munkin masih keluarga jaman dahulu pada masa- masa belum pakai kb kali he..he..he malu jadinya kan jaman sekarang cukup dua anak... ya.
tapi sekarang tinggal enam,dua cowo empat cewe termasuk aku,yang empat lagi sudah almarhum.
dulu waktu aku kecil tingal di kampung di dalam perkebunan kopi dan waktu itu keluargaku masih lengkap ada ibu dan bapak.
di daerah kami ini mata pencariannya kalau tidak jadi pegawai negeri, ya petani. perkebunan kopi.
kalau jadi petani kopi itu setaun dua kali panennya tidak seperti pegawai negeri tiap bulan gajian..ya kan pembaca,jadi karna dari bertani kopi kurang mencukupi.
dan sebab dari itu ibu dan bapak bersawah di daerah kota karna ada sawah peningalan dari kakek (ayahnya ibu ku ). untuk keluarganya.
walaupun hasilnya di bagi lagi untuk adx atau kakaknya bergiliran tiap panen.
waktu itu aku masih sekolah dasar jadi belum tau itu arti pendidikan kadang sekolah kadang engak pas ibu dan bapak kekebun aku ikut waktu ibu dan bapak ke sawah ikut juga.
tapi walau aku jarang masuk sekolah gak sombong ya ha ha ha kalau pelajaran bisa aku ikuti mungkin karna sering makan belut x ya jadi encer dehc otaknya.....hmmm sombong. engaklah
dan pada waktu aku mungkin kelas empat entah kelas lima tinggal di kampung di karnakan aku sekolah dan tinggal atau bisa di bilang numpang di tempat tetangga di karnakan ibu dan bapak tinggal di kota...sawah.
waktu di sekolah bandan ku terasa lemas dan letih lesu lelah seperti orang yang tak berdaya..seperti orang yang kehilangan dan bel bunyi tandanya pulang sekolah pas di perjalanan
pulang,
ada tetangga yang bilang bahwa rumah ke kebakaran tampa ada sepatah katapun keluar dari mulut aku berlari pulang di puncak gunung aku melihat ke arah rumahku yang penuh dengan gumpalan asap dada ku terasa sesak isak tangis sejadi-jadinya tega sekali orang yang membakar rumah kami, pada waktu itu memang lagi rusuh di aceh masa konflik.
bukan rumah aku aja yang di bakar rumah tetanga kami pun di bakar oleh otk( orang yang tidak di kenal).setelah kejadian itu aku pulang ke kota sesampainya di rumah aku lansung menceritakan ke orang tua ku,mereka sangat sedih,karna rumah kami telah hangus terbakar,gimana tidak sedih rumah yang telah di bangun kini sudah tidak ada lagi.
dan beberapa hari kemudian aku dan bapak pulang ke kebun,ibu dan adxku yang bungsu namanya mulyana tingal di rumah karna dia udah pindah sekolah dari kebun ke kota sedangkan aku masih di kampung sekolahnya,sebelum kami pergi bapak mencuci piring yang sudah di cuci dan menyapu rumah yang udah di sapu ibu mengolok-olok bapak sambil bercanda ada gerangan apalah bapak mu ini,bapak cuma diam saja lalu kemudian kamipun pergi berdua,
setelah di kampung aku tingal di tempat tetanga yang jauh dari rumahku yang telah terbakar, bapak mengumpulkan puing-puing seng sisa kebakaran itu untuk di jadikan rumah dan pohon pete air sebagai tiangnya.
di bantu oleh tetanga yang memberi aku tempat tinggal rumahnya setelah itu bapakpun tinggal sendiri di rumah kebun,ke esokan harinya aku pulang ke tempat bapak karna aku gak punya jajan tapi bapak gak ada di rumah kebun aku panggil tapi mungkin gak di dengarnya dan aku melihat ada jeketnya berisi uang entahlah berapa jumlahnya dan aku mengambil lima ribu rupiah,pada waktu itu jumlah lima ribu seperti lima puluh ribu sekarang,aku tidak langsung pulang masih metik kopi di dekat rumah.
beberapa saat kemudian bapak datang dan menegurku nak kamu yang ngambil duit bapak, ya pak aku yang mengambilnya bapak mau beli pupuk nak ini aja untuk kamu lalu bapak menukar uang lima ribu dengan uang kertas lima ratus rupiah,uang gambar monyet dulu,setelah itu bapak bilang bapak mau ke belang mancung nak , tempatnya pekan seperti pasar murah di kampung. lalu aku bilang kenapa tidak di kota saja belinya pak ya liat nanti nak kalau bapak tidak ada di sini berarti bapak sudah ke kota lalu bapak pergi ke dalam kebun,
setelah siap metik kopi cukuplah buat jajan lalu aku bawa pulang dan menjualnya, setelah beberapa hari kemudian aku pergi ke kebun lagi,dan ada kakak tetanga di situ aku ajak untuk mengambil sayur ke kebun ada sayur kacang, setelah sampai di kebun aku memangil- mangil bapak tapi tidak ada sautan sama sekali kakak yang aku ajak tadi bilang mur kok bulu kudukku merinding ya.
tapi tidak aku hiraukan malah memangil-magil bapak lagi tapi tidak ada jawaban,lalu kami pun pulang kerumah dan aku langsung pulang ke kota sesampainya di kota ibu lagi di sawah dan mataku langsung melihat mencari bapak tapi tidak kelihatan, ibu bapak mana lho kok kamu nanya sama ibu kan bapakmu pergi kekebun samamu tapi kata bapak kalau bapak gak ada di kebun berarti bapak udah pulang ya udah aku pulang ke sini soalnya aku pangil-pagil gak nyaut bu aku mengajak ibu untuk pergi kekebun tapi sawah belum siap di garaf ya akhirnya dua hari kemudian baru pergi kekebun mobil tidak sampai ke tempat kebun kami tapi kemudian ada saudara yang memangil ibuku,dan menanyakan apakah benar atau tidak bahwa bapak kabarnya sudah meningal,ibu lemas dan rasa-rasanya mau pingsan dan seperti tidak percaya kamipun langsung menuju ke rumah kebun dan memangil- mangil ayah tidak terdengar suaranya kami mencari-cari dan mencari lagi tapi tidak ketemu.akhirnya saudra kami mencari ke RSUD(rumah sakit umum datu beru).setelah satu minggu baru ketemu kabar bahwa bapakku telah di kuburkan di kuburan umum,ternyata pikhak rumah sakit mencari keberadaan kami tapi tidak ketemu maka dari situ pihak rumah sakit langsung mengubur kan bapakku,pembaca rasanya sakit ayahku yang tidak punya salah tapi di siksa dan dibunuh oleh otk(orang tidak di kenal).
sampai kapanpun aku tidak iklas atas perbuatan orang itu yang telah membuat ayah ku tiada lagi.
mohon maaf apa bila kata-kata masih berantakan maklum masih pemula dan terima kasih atas kunjungannya ke blok aku..
ikuti kisahku selanjutnya apa bila ada yang berkena termakasih atas kunjungannya.
This comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDeleteKronik Suhendra terimakasih atas kunjungannya
ReplyDeletemengharukan sekali
ReplyDeleteMakasih Atas kunjungannya mas maaf baru respon🙏
Deletemntapp... jangan lupa kunbal ya agan2 semua
ReplyDeleteIa sob pasti
DeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteAsalamu alaikum kerenn ,,,, mampi jg yaaa
ReplyDeleteYa mas pasti ,makasih atas kunjungannya.😊
DeleteKisah nyata bukan?
ReplyDeleteYa mba kisah nyata
DeleteKeren sob
ReplyDeleteMakasih sob kunbalnya😀
DeleteKeren mba, semangattt nulis hehehe
ReplyDeleteSama" mas 😃 terima kasih atas kunbalnya.
DeleteMengharukan sekali
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteTerimakasih sudah berkunjung ke blog bu hany
ReplyDeleteTerima kasih kembali
Deleteterimakasih
ReplyDeleteSabar ya..
ReplyDelete