Aisyah Aqila, tinggal di kota Takengon kota kebub kopi. Aisyah namaku persis nama istri Rosul ya :). tapi benar ini namaku kawan, usiaku
2 tahun yang sering di sebut nanak dadis sebagai panggilannku. nanak botos sering di ledek kalau kedua orangtua dan keluarga besarku gemas padaku.
ya kedua orangtua adalah orang yang biasa, hanya mengenyam pendidikan seadanya tidak sampai bergelar sarjana. harapan besar untuk nama yang melekat padaku. wanita berilmu dan cerdas berkedudukan tinggi ini arti namaku. umi adik dari bunda ku yang memberi nama untuk ku. melekat didiri aku ingin menjadi pemyejuk hati dan harapan
orangtuaku yang sangat hebat didampingiku. Ayah yang begituh tiada mengenal kaata lelah untuk mencari sesuap nasi untuk mulut imut ku. bunda yang selalu ceria saat pulang sore, dengan kata 6 soboh 6 yo, ke pabrik untuk menjadi buruh kopi memilih kopi yang busuk dan yang bagusnya sebagai usaha mencari rezeki. hasil panenn di daerah ku kami menjadi kebanggaan untuk gayo yang sampai jalur luar negeri. bunda ku hanya sebagai buruh di pabrik kopi. abang ku namanya faisal, belun saat nya pergi mengaji ia sudah bersemanagt untuk mengaji. ganti baju sekolah langsung diganti dengan baju ngaji padahal waktu ngaji itu 2 jam lagi." huuuhhhh semnagat yang membara" gumamku. ini cerita kecil ku kawan,, semoga keluarga kami bisa menjadi keluarga yang di contoh oleh orang di sekitar yang menebar kebIkan kepada orang-orang di sekitar. ini juga mendi cita-cita umi ku. aku ingin menjadri anak yang berguna bagi agama ku. masuk surga bersama keluargaku kelak. aaminn
hehee ini mimpiku yang usia 2 tahun sudah bisa nulis
kisah kehidupanku
kisah kehidupan assalam mualaikum wr wb terlebih dahulu izinkan aku memperkenalkan diri nama aku murni aku adalah anak ke sembilan dari sepuluh bersaudra. waduh keluarga aku banyak ya maklumlah pembaca aku munkin masih keluarga jaman dahulu pada masa- masa belum pakai kb kali he..he..he malu jadinya kan jaman sekarang cukup dua anak... ya. tapi sekarang tinggal enam,dua cowo empat cewe termasuk aku,yang empat lagi sudah almarhum. dulu waktu aku kecil tingal di kampung di dalam perkebunan kopi dan waktu itu keluargaku masih lengkap ada ibu dan bapak. di daerah kami ini mata pencariannya kalau tidak jadi pegawai negeri, ya petani. perkebunan kopi. kalau jadi petani kopi itu setaun dua kali panennya tidak seperti pegawai negeri tiap bulan gajian..ya kan pembaca,jadi karna dari bertani kopi kurang mencukupi. dan sebab dari itu ibu dan bapak bersawah di daerah kota karna ada sawah peningalan dari kakek (ayahnya ibu ku ). untuk keluarganya. walaupun hasilnya di...
Comments
Post a Comment