Kisah hidupku part 23

 Assalam muAlaikum wr wb


beberapa bulan aku tingal di tempat teman smpku ,karna  perasan aku tidak menghasilkan yang ku cari hanya untuk makan saja,

 akhirnya aku kembali ke kota lagi balik ke rumah gudang batako itu tapi kata yang punya gudang itu saudaranya mau tingal di situ akhirnya aku tingal di rumah kakak sepupu 

Saat itu yang ku inginkan punya rumah sendiri agar tidak numpang aku tak punya uang  membuatnya aku meminta agar abangku yang besar membaut rumah untukku,

Alhamdulillah di buat walau cuma Seperti kamar tapi tidak numpang lagi banyak lika liku proses tentang pembuatan rumahku, 

aku ingin rumahku di semen lantainya karna kalau tidak di semen takutnya ular akan masuk.

Aku minta agar abangku membuat lantai katanya butuh tiga ratus ribu.

 untuk saat itu uang ku hanya lima puluh ribu ku tau dia punya pasir karna Abang punya pasir ah teganya Abang ku dalam  hati ku  berkata ke adx kandungnya saja seperti itu aku menangis tega dia gak mau membantu adxnya,

 padahal kebun ibu bapak dia yang pengang dari prihal Ita aku tak bicara samadia dan istrinya juga sepertinya sangat membenciku entah apa penyebabnya mungkin dia merasa aku adalah masalah di hidupnya sampai sampai dia mengatakan untung saja aku gak pernah datang kerumahnya sehingga tak akan berkurang nasinya,

aku tau kata kata nya itu dari kakak sepupuku oh kalau begitu buat apa punya saudra seperti itu lebih baik aku menjauh dalam hatiku  lama  aku tak menyapanya aku berubah aku tak menganggap mereka ada karna mereka yang mengagapaku hanya beban,

setelah mereka kembali mempunyai anak aku tak juga mengunjunginya acaranya saja aku tak datang,

kakak sepupuku bilang padaku kenapa kamu tidak datang dx  kerumah abangmu  kemarin  dx dan kata abangkumu kau tak pernah berbicara lagi padanya.,

 kenapa,ku bilang saja bukankah kakak bilang dulu bahwa bila aku datang ke dumahnya nanti nasinya habis ya udah buat apa aku datang kesitu kak.

Aku yang tak punya apa apa seperti rendah di mata orang- orang, 

orang-orang pada  menjauh  aku tak punya sandaran sedih aku terpuruk dan terluka aku seperti orang yang tak berguna di dunia ini ibarat tanaman aku sudah layu gersang hampir tewas.

Aku melihat ke arah  bola mata anakku yang terpancar kesedihan ku melihat dia menangis karna baru  terusir dari rumah tetanga karna menonton spopbob film kesukaannya dalam hatiku berkata teganya serendah itukah di mata orang Kami ni hanya numpang nonton saja diusir,dalam benakku aku harus bangkit

Hanya anakkulah penyemangat hidupku karna diaku merasa hidup.

Tv  tak ada di rumahku gimana ada tv listrik aja gak punya cuma pakai lampu teplok dalam lamunan dan pikiranku tak bisa seperti ini lampu rumahku tak ada aku harus bisa mengusahakannya belum lagi hutang ke Kaka Ani belum lunas 

Aku harus giat cari uang aku ikut jolo jolo lagi  agar bisa nge lunasi hutang dan membeli apa yang ku mau.

Hampir dua tahun kak  Ani nagih hutang tak  pernah lelah berusaha cari akal supaya emasnya kembali dia menyuruhku melaporkan mantan suami ke polisi karna dia belum membawaku ke makamah bahkan  napkah buat anaknya gak pernah di kasih lain lagi hutang ke kak Ani belum dia lunasi

Setelah sehari aku  laporkan matan suami paginya dia ke tangkep, aku takut takutnya anakku akan di bawa oleh keluarganya dan tak kan pernah membiarkan anak bersama aku,apa lagi sekarang ternyata istrinya baru siap melahirkan aku tak kan membiarkan dia ikut bersama bapaknya dan ibu tirinya.

Alhamdulillah setelah aku laporkan ke polisi keluarganya membayar 8 JT dan keluarganya menyuruhku agar tidak menuntut lagi dan menarik laporan.



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

kisah kehidupanku

kisah hidupku part 10

Kisah hidupku part 16