kisah hidupku part 12


assalam nualaikum wr wb


bismilah selamat hari gini para pembacaku
spesial ni ceritanya bisa pagi siang sore dan malam pokoknya istimewa dech waktunya aku menyapa kalian semua.

hmmm pasti pada tau kan namaku siapa
nama aku murni  gimana kabar kalian semoga pada sehat ya...semua.
yang lagi sakit semoga di sehatkan amiiiiin!
nah aku lanjut lagi ya ceritanya.

setelah kami nyampai di rumah mertua suami menceritakan pemasalahnya bahwa dia punya hutang ke orang pada mertua.

dan katanya dia gak berani pulang ke kota sebelum ada uang akhirnya semingu kami di kampung mertua.

 kami berencana mau menanam sayur tapi setelah kami pulang dari kebun ternyata ada orang penagih hutang suami

 datang dari kota di rumah mertua dan sampainya di rumah aku di suruh masak buat makan bersama dan suami menyelesaikan permasalahan utang piutangnya di dampingi oleh bapak mertuaku

akhirnya keesokan paginya kami pulang ke kota lagi karna hutangnya suami di lunasi bapak mertua.

beberpa bulan kemudian aku merasa aman nyaman dan aku pun maen jolo jolo lagi di tempat aku kerja 200 rb 15 hari sekali dan yang maen 15 orang  berarti ada 3 juta dan suamiku ikut maen juga akhirnya aku abil dua mata jadi 6 juta semua.

alhamdulillah aku kena urutan kedua dan suami minta untuk kredit kereta katanya lansung aku kasih.

tingal aku yang bayar 400 rb 15 hari sekali awalnya suami bantu bayar lama lama suami bilang sepi sewanya gak banyak yang naik becak
ya udah aku yang bayar dari hasil kerjaku buat jolo jolo

 bahkan buat beras saja aku yang beli terus suami minta poto ktp aku lagi buat minjam uang ke rentenir lagi katanya sih minjem 3 jta.

untuk bayar keredit kereta lagi hmm kadang aku pusing dia setiap minggu harus pulang kampung padahal seharusnya pokus ke pekerjaannya narik becak tapi dia tetap selow

terserah dia lah  aku pernah bilang kemertua sambil menangis kenapa setiap dia minta duit selalu di kasih kan suamiku jadi manja pasti dia kan selalu berharap tanpa mau berkerja mertua cuama bisa diam sebenarnya kata kata ini ku ucapkan pas mertua ngelunasi hutangnya suamku.

((huh kok belakang leherku kayak tegang ya sekarang kepala aku pusing banget terus dada aku kayak sesak gitu nih air mata kok jatuh hmm aku harus kuat nulis ini semua agar beban di dadaku sedikit lepas kamu pasti bisa murni ya udah aku lanjut lagi ya kawan)).
 
setelah suami ngutang ketempat yang uang tiga juta itu ternyata dia ngutang uang lagi ke tetanga di belakang rumah dan mengambil kereta supra lagi mengeredit kereta lagi.

padahal kereta sogun sv ja belum lunas ya allah sebenarnya dia kenapa ternyata ada orang yang ingin beli kereta tapi gak mampu ternyata dia memanpaatkan suamiku tuk minjem uang tuk beli kereta itu tapi apalah daya si kancil lebih cerdik ya dialah suamiku ceritanya saling memampaatkan tapi tidak ada manpaatnya.

aku pusing dengan semua ini pikiranku kacau apalagi aku juga punya hutang keredit 500 rb buat beli baju lebaran hhhhhhhh kok ribet banget ya hidupku punya suami tapi nambahin beban pikiran badanku 45 kg hitam kurus udah tingal tulanglah pokoknya.

suamiku semakin pusing  karna harus membayar 2 kredit kereta dia pusing aku juga pusing suami minta bantuan lagi minta tolong nyariin duit buat kredit 500 rb ja katanya.

 akhirnya dapat pinjaman dari ibu batak itu yang super kejam menagihnya dia hampir mencekku saat menagih uangnya kakak yang namanya ani menarik tanganku kemudian dia mengajak aku ketempat pakcik ku adxnya bapak alhamdulillah di kasih.

oh ya sebelumnya aku dan suami juga punya hutang 3jta sama kak ani dia menjual maharnya buat kami pinjam sebenarnya dia gak ngasih tapi setelah bujuk rayuan kami akhirnya dia ngasih juga.

 hahh aku emang bodoh ya gara" hutang ini semua aku jadi pusing  sampai" rumahku berantakan aku jadi kurus hitam dan tak terurus dan sampai lah waktunya para rentenir datang kerumahku satu persatu menagih hutang.

 kadang aku bohong bilang suamiku gak ada di rumah padahal dia di rumah aku menangis tiada hentinya makan gak enak kepala pusing sementara posisi aku sedang menyusui.

tiba" malam itu orang penagih hutang datang dan suamiku mau sembunyi tapi ketangkep dan orang itu ingin uangnya kembali akhirnya suami bilang
besok kami pulang ke kampung bg buat ambil uang ke ortu di mana kampumya katanya suami menjawab dan ngasih alamat abang bukannya ortu
ya udah nanti pagi tungu kami disini ya  kata orang itu ya bg kata suami.

besok paginya kami pergi bersama rentenir itu  tapi tiba" di jalan  suamiku ngambil jalan pintas lari dari rentenir itu melalui jalan pintas  aku bingung kenapa kita gak ke tempat abang kenapa kita malah lariii sih.

suami bilang mana mungkin abang ada uang nanti abang pasti di marahi dx sama abang tu akhirnya tampa makan siang kami duduk di tepi jalan di samping kebun perut aku keroncongan sudah jam 6 barulah kami berangkat pulang ke rumah abang iparku tu sebelumnya makan mie dulu.

malam sehabis magrib sampailah kami di rumah abang tu dan abang iparku bilang tadi ada orang yang nyariin kalian penagih hutang kenapa kalian lari  kami takut bg dan setelah suami menceritakan kepada abang tu dia kasih solusi kami harus keluar kota dulu.

kabur ke kota banda aceh tapi kami gak punya uang yang ada cuma gas kak ku bilang  ya udah bawa aja kesini katanya nanti kak yang jualin ya akhirnya malam harinya kami pulang ke kota dan ambil baju bajuku gas rumah becak di pasang lagi ke kereta.

anak kami tinggal sama kakak iparku pas ngambil barang" ke kota hmmn di ingat" ini perjuagan yang aneh dan luar biasa karna malam harinya pas mau pulang kerumah abang ipar kereta kami kehabisan bensin di tengah jalan dalam gelap gulita orang" pada tidur dan kami harus berjuang demi lari dari rentenir" itu untung ada satu rumah yang kami ketuk mau membukakan pintu buat kami.

ini adalah pengalan hidupku tanpa rekayasa semoga suatu saat nanti dia kan membaca tulisanku ini betapa menderitanya hidupku karna ulahnya
buat para teman" yang membaca kisah hidupku cukup sampai di sini dulu ya nanti pasti aku sambung lagi makasih dan jangan lupa kunjungi terus ya.




Comments

Popular posts from this blog

kisah kehidupanku

kisah hidupku part 10

Kisah hidupku part 16