kisah hidupku part 11
assalam mualaikum wr wb
hai semuanya para pembaca setiaku selamat siang apa kabar kalian semoga pada sehat semuanya ya.
gimana cuaca di tempat kalian kalau di tempat aku ni lagi panas"nya cuaca membuat jidat berkerut hehe kira orang kita lagi marah hehe padahal sih engak kalau cuaca panas gini harus banyak minum air putih agar badan tetap fit dan gak gagal pokus
eumm ini cerita hidupku part 11 ya kalau gak salah sambungan dari part 10 euum ya betul aku sambung nulis and cerita ya.
seiring berjalannya waktu begitulah kehupan kami dia kerja narik becak dan aku sebagai buruh di pabrik dp kopi aku kerja bersama anakku fira dia ku gedong kadang" masuk dalam ayunan.
di tempat aku kerja kami mengadakan jolo jolo arisan aku mengikutinya agar aku bisa bantu suami meringankan beban untuk kebutuhan sehari" aku beli kompor gas agar aku bisa enak masak bahkan kebutuhan rumah tangaku seperti beli beras beli dan yang laennya aku bisa bantu suami.
kutau bebannya yang dia pikul berat tuk keredit keretanya dan uang yang dia pinjam itu lagi
terkadang orang di sekitar kepo kok kamu kerja terus gak pernah hentinya sih emang suami kamu gak ngasih uang gitu dan aku menjawab dengan senyum dia nyari buat kredit kereta dan aku bantuin buat meringankan bebannya.
bukankah suami istri itu saling membantu dan merekapun terdiam setelah aku jawab gitu
entah kenapa sore itu suamiku cemberut dan ngelamun seperti orang stres dia ngajakin aku kabur dari takengon
menuju aceh utara katanya hutang sama rentenir itu gak bisa dia bayar ya aku harus gimana gak mungkinkan gak ikut suami dan aku terpaksa gimanapun dia itu suamiku.
kami berangkat jam 12 siang dari aceh tengah nyampe loksemawe jam 7 mlam suami bilang di sini mungkin kita bisa cari rumah kontrakan
dan di tepi jalan itu ada orang kami menanyakan di mana ada rumah sewa alhadulillah di tujukin jalannya sesampainya di sana ternyata rumahnya sudah berisi semua
akhirnya kami cari lagi di samping jalan ada bapak" lagi duduk dan aku menanyakan di sini ada rumah sewa gak pak kata bapak itu turun dulu nak
akhirnya aku turun bukannya aku gak sopan tapi aku gendong bayi agak susah gitu dan akhirnya aku turun jga bapak itu nanyak kalian dari mana kok malam" ya .
kami dari takengon pak kata suami saya mau cari kerja di sini pak kadang ad
eee bukanya di takengon banyak kerjaan ya banyak kebun kopi
terus suamiku bilang mau coba" kerja di sini pak..
buku nikah kalian ada bapak itu nanyak ternyata bapak itu adalah gecik kepala desa
ada ni pak aku tunjukin
terus ada bapak" . katanya di rumahku aja kebetulan rumah sewaku besar kita bisa bersebelahan murah kok sewanya singkat cerita kamipun kerumah bapak itu setelah sampai kami di sambut oleh istrinya yang ramah di kasih teh dan makanan
setelah kami makan bapak itu keluar begitu juga dengan ibu itu pergi ke rumah teman katanya
sebelum pergi di kasih bantal dan kaen sarung untuk kami tidur
pagi harinya suamiku meluk aku dan menangis udah kita gak usah tingal di sini pulang ke rumah bapak aja aku gak sanggup disini haduh aku pusing kalau begini ceritanya gak konsisten dia yang ngajak dia juga yang nyerah
kalau aku sih berpikir begini aja kemana suamiku aku harus ngitut karna aku adalah istrinya teman di saat senang dan di saat sedih.
akhirnya paginya kami berangkat pulkam ke takengon lagi hahaha kayak film derama gitu ya
is aku nangis ini mau gimana lagi ini lah kisahku teman
aku pamit ke ibu itu dan minta maaf rumahnya gak jadi kami sewa ya mau gimana lagi akhirnya ibu itu mungkin mengerti bahwa kami sedang ada masalah.
sepulang kami dari aceh utra langsung ke rumah pak mertua dan suami menceritakan semuanya
oce makasih para pembaca setiaku inda allah secepaynya aku akan nulis lagi kisah hidupku jangan lupa baca yang part part laennya ya terimakasi.
entah kenapa sore itu suamiku cemberut dan ngelamun seperti orang stres dia ngajakin aku kabur dari takengon
menuju aceh utara katanya hutang sama rentenir itu gak bisa dia bayar ya aku harus gimana gak mungkinkan gak ikut suami dan aku terpaksa gimanapun dia itu suamiku.
kami berangkat jam 12 siang dari aceh tengah nyampe loksemawe jam 7 mlam suami bilang di sini mungkin kita bisa cari rumah kontrakan
dan di tepi jalan itu ada orang kami menanyakan di mana ada rumah sewa alhadulillah di tujukin jalannya sesampainya di sana ternyata rumahnya sudah berisi semua
akhirnya kami cari lagi di samping jalan ada bapak" lagi duduk dan aku menanyakan di sini ada rumah sewa gak pak kata bapak itu turun dulu nak
akhirnya aku turun bukannya aku gak sopan tapi aku gendong bayi agak susah gitu dan akhirnya aku turun jga bapak itu nanyak kalian dari mana kok malam" ya .
kami dari takengon pak kata suami saya mau cari kerja di sini pak kadang ad
eee bukanya di takengon banyak kerjaan ya banyak kebun kopi
terus suamiku bilang mau coba" kerja di sini pak..
buku nikah kalian ada bapak itu nanyak ternyata bapak itu adalah gecik kepala desa
ada ni pak aku tunjukin
terus ada bapak" . katanya di rumahku aja kebetulan rumah sewaku besar kita bisa bersebelahan murah kok sewanya singkat cerita kamipun kerumah bapak itu setelah sampai kami di sambut oleh istrinya yang ramah di kasih teh dan makanan
setelah kami makan bapak itu keluar begitu juga dengan ibu itu pergi ke rumah teman katanya
sebelum pergi di kasih bantal dan kaen sarung untuk kami tidur
pagi harinya suamiku meluk aku dan menangis udah kita gak usah tingal di sini pulang ke rumah bapak aja aku gak sanggup disini haduh aku pusing kalau begini ceritanya gak konsisten dia yang ngajak dia juga yang nyerah
kalau aku sih berpikir begini aja kemana suamiku aku harus ngitut karna aku adalah istrinya teman di saat senang dan di saat sedih.
akhirnya paginya kami berangkat pulkam ke takengon lagi hahaha kayak film derama gitu ya
is aku nangis ini mau gimana lagi ini lah kisahku teman
aku pamit ke ibu itu dan minta maaf rumahnya gak jadi kami sewa ya mau gimana lagi akhirnya ibu itu mungkin mengerti bahwa kami sedang ada masalah.
sepulang kami dari aceh utra langsung ke rumah pak mertua dan suami menceritakan semuanya
oce makasih para pembaca setiaku inda allah secepaynya aku akan nulis lagi kisah hidupku jangan lupa baca yang part part laennya ya terimakasi.
Comments
Post a Comment