Kisah hidupku part 21

 Assalamualaikum wr WB

Apa kabar kalian semua pembacaku semoga selalu sehat ya walau pun negara bahkan dunia lagi terserang penyakit copit19

Semoga copit19 pergi dari negara dan dunia sehingga kehidupan kita kembali normal Seperti sedia kala dan jangan lupa jaga kebersihan cuci ✋agar penyakit jauh dari kita.

Oke aku akan melanjutkan cerita tentang kisah kehidupanku.

Setelah bapak mertuaku mengatakan kami harus bersama kembali ya akhirnya kami bersama lagi.

Kami tidak tinggal di kebun tomat di pinggir hutan lagi tapi di samping rumah Abang iparku aku melanjutkan aktifitas ku sebagai pemetik kopi dan suamiku kembali kekebun tomat yang dekat pinggir hutan dia menginap di sana bersama Abang yang besar dan aku tinggal di perkampungan bersama anakku

Terkadang aku lelah kenapa hidupku seperti ini...aku metik kopi di kebun orang sambil mengendong anakku  agar hutang untuk menutupi jolo jolo  dan kebutuhan sehari" terpenuhi seperti untuk rokoknya dari aku juga.

Saat aku ingin mengantar uang jolo jolo kekota seperti biasa aku meminta suami untuk mengantarku ke terminal karna uang dari hasil metik kopi sudah ada.

 tapi kakak iparku tu mengatakan aku aja gak pernah dia antar sama abangmu kok kamu mau di antar antar jangan kau pakai keretaku ya katanya yaallah rasanya hatiku sakit.

Suamiku seperti tak memperdulikanku dia langsung saja pergi kekebun tomat..rasanya dadaku sesak,dalam hatiku berkata ya udah kalau gak di kasih naik kereta aku kan bisa jalan kaki, dia kan tau kalau aku mau pulang ke kota aku langsung saja berangkat sambil mengedong anakku menuju terminal hampir setengah jam perjalan akhirnya aku dapat bus.

keesokannya aku masih tetap kembali aku langsung pulang ke rumah kak Lisa agar suami menjemputku,tapi ternyata suami di tempat mertua, kelurga suamiku mengira aku marah dan tak kembali lagi.

Setelah suami tau aku di rumah kak Lisa dia menjemputku balik ke rumah mertua di sana ternyata ada Abang dan kakak iparku,

setelah aku sampai mereka langsung pergi katanya mau ke rumah kak lisa tak berapa lama kemudian kedua mertua ku juga pergi,,

Tinggallah kami mereka pasti sedang membahas tentang kita kataku pada suami.

apa aku kesana mengikuti agar tau apa yang mereka bicarakan udah gak usah kita langsung tidur aja  sayang anak kita sudah tidur entar dia kedinginan,

peluk aku pegang erat tanganku katanya dan kamipun tertidur sampai pagi,

Pagi pun tiba kini kedua mertua ku telah kembali dan suamiku di pangil bapak mertua entah apa yang mereka bicarakan.

Karna aku sedang membereskan dapur tak lama kemudian aku juga dipanggil oleh bapak mertua ku bapak menyakan apa kamu mau kekebun tomat lagi atau tingal di kota.

aku mengatakan bila di ijinkan suamiku aku tinggal di kota aja pak karna di disani aku tinggal di perkampungan dan suami di kebun tomat,

ya udah keputusan ada di kalian berdua dan suamiku mengijinkan ku pulang ke kota suami mengantarkan aku ke terminal dan dia mengatakan jaga baik baik anak kita,ya aku bilang  pasti,

aku merasa bersalah karna harus pergi darinya tapi ini hanya sementara pikirku

Setelah tiga hari aku di kota aku kembali kerja di pabrik kopi tiba-tiba aku di pangil yang menimbang kopi katanya ada tamu,

ternyata  tamuku adalah pak ustadz dan pak ustadz mengatakan bahwa kemarin sore suami ku dan abangnya datang meninggalkan sebuah surat.

Surat yang berisikan surat pisah ya itu surat talak Langsung talak tiga air mataku menetes tiada henti hentinya persaanku bercampur aduk antara senang dan sedih aku seperti orang bodoh saat itu. 

Yang setia membaca tulisan ini terima kasih buat kalian. Jangan lupa baca yang sebelumnya dan selanjutnya nanti.

Comments

Popular posts from this blog

kisah kehidupanku

kisah hidupku part 10

Kisah hidupku part 16