Kisah hidupku part 19

Assalam mualaikum wr wb

Selamat pagi para pembacaku apa kabar kalian pada sehat semuakan
Jangan ada yang sakit sakit ya.

Jumpa lagi denganku murni ini adalah sambungan kisah hidupku part ke 19 dan jangan lupa baca juga ya part" sebelumnya oke terima kasih aku lanjut ya nulisnya.

Setelah malam itu suamiku datang pergi pagi pulang malam di sana kerjanya menanam tomat sama abang yang paling besar .

dan ternyata abang gak tau bahwa suamiku pulang ke rumah istrinya abangnya kira suamiku itu pulang ke rumah bapak mertua eh ternyata kerumah istrinya.

Mungkin di pikiran mereka kami ini harus di pisahkan  makanya suamiku gak pernah di suruh pulang ke tempat anak dan istrinya.

Di sini aku merasa sayang juga  dia pergi pagi pulang malam akhirnya aku memutus kan untuk kesana mengikutinya.

 kami gak tinggal di
Perkampungan tapi di kebun dekat tepi hutan karna rumah yang mau untuk kami yang di buat waktu itu di jadikan  bengkel awalnya aku takut tapi bersama keluarga kecilku rasa takut itu hilang.

Aku pusing karna uang buat jolo jolo alias arisan belum lunas aku di kasih metik kopi di kebun tetanga di dekat perkampungan itu  ahamdulillah buat arisan lebih dari cukup bahkan buat belanja juga dapat tepenuhi dari aku metik kopi di kebun orang itu.

Di sini ada juga cobaan aku tertekan batin harus bisa bangun pagi pagi langsung masak jam 7 pagi harus siap semuanya gimana mana mau siap coba kalau suami di bangunin macam kebo .

di suruh nemenin istri pagi" gak mau buat nyiapin segalanya sementara abangnya  slias abang iparku itu ngomel ngomel macam bebek pagi".

Dia kira aku ini robot apa yang siap siaga air entah di mana lampu pake lampu teplo kalau malam itu udah gitu tingal di tepi hutan lagi ya allah dari situ aku ngomel ngomel  sama dia entah apa yang merasukiku .

aku lempar nasi yang di priuk  gak terima terlalu kacau pemikiranku mungkin karna beban pikiranku yang tertekan.

Dia juga marah dan mengambil parang hampir membunuhku aku pasrah dengan takdirku ya bunuh saja aku bunuh mungkin dia cuma mengertak tapi dalam hati aku merasa takut.

dan setelaah itu lagi lagi  ada bisikan setan untuk apa kamu hidup kalau gak bahagia aku  melihat ada minyak lampu dan aku menyiramnya ke tubuhku hampir saja aku membakar diriku tapi koreknya keburu di rebut dan aku menangis terisak isak.

 Aku minta pulang ke rumah orang tuaku   aku gak sangup berada di sini pagi itu juga aku minta pulang tapi gak mau di antar malah aku di bawa ke tempat kak lisa kak iparku.

Sepertinya dia gak mau mengantarku dia merebut anak yang ku gendong aku di suruh pulang tampa anakku aku menangis air mataku berlinang tiada henti .

untung ada uang  yang kusimpan untuk ongkosku sebelum sampai ke terminal dari rumah kk lisa aku berjalan kaki air mataku menetes tiada henti di dalam mobil orang melihatku tapi ku tak peduli.

Terima kasih para pembaca yang sudah mampir dan jangan lupa baca part sebelumnya dan selanjutnya.




Comments

Popular posts from this blog

kisah kehidupanku

kisah hidupku part 10

Kisah hidupku part 16