kisah hidupku part ke 9
assalam mualaikum wr wb
maaf ya para pembaca murni baru hadir kembalini setelah sekian lama menghilang
di karnakan kesibukkanku di dunia nyata
apa kabar kalian semua mudah" pada sehat semua ya di murahkan rezekinya dan di lancarkan urusannya amin
tak usah panjang lebar lagi aku akan melanjutkan ceritaku ya kawan
setelah aku tingal di tempat suami aku merasa senang karna sudah punya pendamping hidup dan suasana baru yang membuat aku senang
untung dia gak balas perbuatanku kemarin yang udah tidak memperdulikannya di pelaminan hihihi
pas di rumah suami kami pergi ke kebun bantu bapak dan mamak metik kopi pokoknya apa aja yang bisa kami kerjakan ya kami kerjakan.
di suatu pagi suamiku mengatakan bahwa dia tidak betah tingal di kampungnya dan ingin tingal di kota saja.
kalau aku sih ikut suami aja maunya tingal di mana asal selalu bersama.
ternyata dia ingin kami tingal di kota suamiku ingin narik becak tapi gak punya becak kereta juga gak ada alias motor.
aku bingung kalau mau tingal di kota nanti tingalnya di mana akhirnya aku punya ide untuk bikin rumah kecil di samping rumah ibuku yang dulu biar gak ngontrak alias nyewa motor aku keredit uangnya dari kalung maharku pemberian suami biarlah bersusah susah dahulu baru bersenang kemudian dalam pikiranku
setelah semua siap rumah kami ada becak juga sudah ada cuma minta pamit ke orang tua atau mertua lagi yang belum setelah kami ceritakan tujuan dan niat kami pindah ke kota akhirnya di izinkan.
dari situ kami mulai mandiri membangun rumah tanga yang penuh dengan lika liku kehidupan
di awal bulan motornya bisa kami bayar alhamdulillah di bulan kedua juga bisa ternyata di bantu sama pamer (papa mertua).
suami narek becak aku cuma di rumah aja pusing mual sakit kepala pokoknya kurang enak badan aku coba beli tespek sama suami ke apotik saat di tes di rumah aku positip hamil aku senang banget sebentar lagi aku bakal jadi ibu.
suamiku nyuruh aku gugurin ya aku gak maulah udah sah nikah kok ih pikirannya emang masih anak" banget suamiku takut gak keurus mungkin anaknya nanti hmm aku ngambek
ya udah gak pa" akhirnya aku bahagiaaa banget.
dia selalu pergi kerja ningalinku di rumah tapi kalau ku ngidam apa" pasti di beliin kalau belum ada uang nunda dulu pas udah ada uang dia beliin
waktu itu aku jail banget ngerjain suami buat ngambil tebu malam malam pas udah di ambil aku ketiduran hahaha kasian ya dia gak kemakan tebunya.
tapi yang aku benci dari dia
dia selalu pulang kampung tiap minggu itu wajib dan harus kadang kadang uang habis di jalan.
mau di bilang takut dia sakit hati
dan kalau uang keredit gak cukup dia selalu minta dan bapak mertua selalu ngasih ladang" aku benci kalau macam tu kapan mandirinya euum taulah aku gak mau merepotkan suami aku kerja dp kopi untuk lahiran anaku nanti biar beli keperluannya nanti.
aku tidak mau membebankan suami biarlah dia mencari uang buat kereditan motornya tapi mungkin gak cukup uang yang dia cari dan
keseringan minta uang suami jadi malu dan minta ijin ma aku minjem ma orang aku kasihlah toh suami yang bayar dan ceritanya aku lupa sudah berapa bulan motor kereditan kami aku mau lahiran tapi mertua nyuruh aku pulang kampung lahiran di sana karna di sini aku gak punya orang tua akhirnya aku nanti lahiran di kampung semingu lagi aku mau lahiran aku di antar ma suami .
aku tingal di kampung dan dia di kota narik becak cari duit setelah semingu ku di kampung anaku lahir ternyata melahirkan itu susah banget nyawa taruhannya apalagi aku di tolong ama bidan kampung bukan bidan desa ,....yaallah .
rasa"nya nyawaku habis saat itu suamiku masih di kota dia tak ada di sampingku tapi saat begitu dia datang lima menit kemudian anaku lahir rasanya sakit darahku cuma tingal 70 alamak untng aku gak mati ya karna mendengar tangisan putri kecilku aku tersadar munkin dia nangis aku dan mengatakan aku membutuhkan kasih sayang mu ibu.
kita sambung ke part 10 ya makasih buat para pembaca kisah hidupku.
maaf ya para pembaca murni baru hadir kembalini setelah sekian lama menghilang
di karnakan kesibukkanku di dunia nyata
apa kabar kalian semua mudah" pada sehat semua ya di murahkan rezekinya dan di lancarkan urusannya amin
tak usah panjang lebar lagi aku akan melanjutkan ceritaku ya kawan
setelah aku tingal di tempat suami aku merasa senang karna sudah punya pendamping hidup dan suasana baru yang membuat aku senang
untung dia gak balas perbuatanku kemarin yang udah tidak memperdulikannya di pelaminan hihihi
pas di rumah suami kami pergi ke kebun bantu bapak dan mamak metik kopi pokoknya apa aja yang bisa kami kerjakan ya kami kerjakan.
di suatu pagi suamiku mengatakan bahwa dia tidak betah tingal di kampungnya dan ingin tingal di kota saja.
kalau aku sih ikut suami aja maunya tingal di mana asal selalu bersama.
ternyata dia ingin kami tingal di kota suamiku ingin narik becak tapi gak punya becak kereta juga gak ada alias motor.
aku bingung kalau mau tingal di kota nanti tingalnya di mana akhirnya aku punya ide untuk bikin rumah kecil di samping rumah ibuku yang dulu biar gak ngontrak alias nyewa motor aku keredit uangnya dari kalung maharku pemberian suami biarlah bersusah susah dahulu baru bersenang kemudian dalam pikiranku
setelah semua siap rumah kami ada becak juga sudah ada cuma minta pamit ke orang tua atau mertua lagi yang belum setelah kami ceritakan tujuan dan niat kami pindah ke kota akhirnya di izinkan.
dari situ kami mulai mandiri membangun rumah tanga yang penuh dengan lika liku kehidupan
di awal bulan motornya bisa kami bayar alhamdulillah di bulan kedua juga bisa ternyata di bantu sama pamer (papa mertua).
suami narek becak aku cuma di rumah aja pusing mual sakit kepala pokoknya kurang enak badan aku coba beli tespek sama suami ke apotik saat di tes di rumah aku positip hamil aku senang banget sebentar lagi aku bakal jadi ibu.
suamiku nyuruh aku gugurin ya aku gak maulah udah sah nikah kok ih pikirannya emang masih anak" banget suamiku takut gak keurus mungkin anaknya nanti hmm aku ngambek
ya udah gak pa" akhirnya aku bahagiaaa banget.
dia selalu pergi kerja ningalinku di rumah tapi kalau ku ngidam apa" pasti di beliin kalau belum ada uang nunda dulu pas udah ada uang dia beliin
waktu itu aku jail banget ngerjain suami buat ngambil tebu malam malam pas udah di ambil aku ketiduran hahaha kasian ya dia gak kemakan tebunya.
tapi yang aku benci dari dia
dia selalu pulang kampung tiap minggu itu wajib dan harus kadang kadang uang habis di jalan.
mau di bilang takut dia sakit hati
dan kalau uang keredit gak cukup dia selalu minta dan bapak mertua selalu ngasih ladang" aku benci kalau macam tu kapan mandirinya euum taulah aku gak mau merepotkan suami aku kerja dp kopi untuk lahiran anaku nanti biar beli keperluannya nanti.
aku tidak mau membebankan suami biarlah dia mencari uang buat kereditan motornya tapi mungkin gak cukup uang yang dia cari dan
keseringan minta uang suami jadi malu dan minta ijin ma aku minjem ma orang aku kasihlah toh suami yang bayar dan ceritanya aku lupa sudah berapa bulan motor kereditan kami aku mau lahiran tapi mertua nyuruh aku pulang kampung lahiran di sana karna di sini aku gak punya orang tua akhirnya aku nanti lahiran di kampung semingu lagi aku mau lahiran aku di antar ma suami .
aku tingal di kampung dan dia di kota narik becak cari duit setelah semingu ku di kampung anaku lahir ternyata melahirkan itu susah banget nyawa taruhannya apalagi aku di tolong ama bidan kampung bukan bidan desa ,....yaallah .
rasa"nya nyawaku habis saat itu suamiku masih di kota dia tak ada di sampingku tapi saat begitu dia datang lima menit kemudian anaku lahir rasanya sakit darahku cuma tingal 70 alamak untng aku gak mati ya karna mendengar tangisan putri kecilku aku tersadar munkin dia nangis aku dan mengatakan aku membutuhkan kasih sayang mu ibu.
kita sambung ke part 10 ya makasih buat para pembaca kisah hidupku.
Comments
Post a Comment